Thursday, April 17, 2014
   
Text Size

KEMERDEKAAN KRISTEN

Kemerdekaan Kristen dan Implementasinya 

Bacaan : Galatia 5 : 13 - 14 

 

Harian Kompas edisi tanggal 3 Januari 2000 menulis sebuah topik yaitu “Pemahaman Agama Kehilangan Dimensi Humanisme.”  Menteri Agama dalam tulisan tersebut menyatakan, masyarakat Indonesia terlalu bersemangat memahami agama dari sisi teologis, ritual dan hukum, dan agak sedikit mengembangkan pemahaman agama dari sisi humanisme, sehingga hal terpenting didalam masyarakat majemuk untuk memahami agama telah kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Pertikaian di Ambon yang tak kunjung padam, memaksa kita melihat betapa manusia kehilangan harganya, banyak korban berjatuhan, dan tak sedikit yang kehilangan nyawa, mereka memerlukan bantuan. Pengrusakan / Pembakaran fasilitas sosial gereja terjadi dimana-mana dan inipun menimbulkan korban manusia disamping materi, merekapun memerlukan bantuan.  Atau yang lebih dekat kepada kita, orang-orang disekitar kita, yang mengalami kekurangan, kemalangan, merekapun memerlukan bantuan.

 

Diakhir abad ke 20 dan mengawali tahun yang baru kita boleh sedikit mengenang kehidupan beragama kita, apakah kita sudah cukup puas ?  Apakah claim kita sebagai orang yang mengenal Allah sudah cukup dibuktikan dengan tindakan ?  Apakah tindakan kita hanya sebatas pergi ke Gereja pada hari Minggu dan berdoa secara rutin pada waktu tertentu ?  Memang tindakan-tindakan ritual seperti ini tentu tidak salah.  Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan kemerdekaan yang telah diberikan Kristus agar dipergunakan secara konkrit didalam kehidupan kita untuk melayani sesama kita manusia dengan penuh kasih.

 

Tuhan Yesus didalam pelayananNya memberikan teladan dengan tindakan nyata.  Ia tidak hanya berkhotbah atau mengajarkan tentang keadilan, melainkan menghayatinya dalam perbuatan.  Ia memberi makan 4000 orang, menyembuhkan orang lumpuh, di urapi oleh perempuan berdosa dan sebagainya.  Firman Tuhan mengajar kita untuk menyejajarkan kehidupan ritual keagamaan kita dengan tindakan konkrit terhadap sesama yang menderita dan yang memerlukan bantuan. Akhirnya tidak lagi “Love of God and Love of Neighbour” melainkan “Love of God by Love of Neighbour.”

IMANUEL !!

(RK)

(Untuk Kalangan Sendiri) 

 

Translate



Agape Photos

Banners